#Maju_bersama Mahasiswa Kota Malang

Sudah 3 tahun meninggalkan Kota Malang, rasanya begitu banyak yang berubah. Megahnya bangunan-bangunan di kampus UB, bertebarannya Café-café berkelas, modifikasi jalur lalu lintas, meningkatnya harga-harga, tumbuh dan berkembangnya hunian dan pemukiman baru serta tingginya angka kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Kota ini cukup teratur dengan hadirnya para petugas yang sejak dini hari memulai mengatur hiruk pikuk lalu lintas. Namun terlalu tingginya jumlah kendaraan bermotor membuat keteraturan semakin sulit untuk dikendalikan.

Kota malang punya daya tarik ekonomi tersendiri yang membuat wilayah ini begitu dinamis dan atraktif, namun inovasi dan perbaikan terhadap kota ini harus terus berjalan agar lompatan ekonomi yang dicapai saat ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk kesejahteraan.

Jika diurai masalah-masalah yang terkait dengan kota Malang, antara lain:

Pemerintah belum mampu mengimbangi cepatnya pertumbuhan pembangunan (pemukiman, perkantoran) dengan regulasi terkait dengan masalah-masalah krusial, antara lain:

  1. Pemanasan global (semisal pembangunan gedung perkantoran harus punya visi eco and environmental-friendly)
  2. Infrastruktur bagi pejalan kaki.
  3. Infrastruktur bagi penyandang disabilitas.
  4. Pengaturan parkir.
  5. Play ground.
  6. Infrastruktur bagi pesepeda.

Pemerintah Kota Malang belum melihat besarnya peran pemuda/i (khususnya Mahasiswa) dalam pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. Peran pemuda/i harus segera dikolaborasikan melalui kerjasama antara pemerintah kota/kabupaten dengan lingkungan kampus. Beberapa kegiatan yang dapat memantik sebuah inovasi adalah dengan menyelenggarakan award-award atau penghargaan atas peran serta mahasiswa dalam pembangunan Kota Malang. Semisal:

  1. Bagaimana peran mahasiswa dalam mendorong small-medium enterprise untuk eksis di Kota Malang,
  2. Bagaimana peran mahasiswa dalam membantu anak-anak sekitar untuk maju dalam pendidikan.
  3. Bagaimana peran mahasiswa dalam mengatasi kemacetan.
  4. Bagaimana peran mahasiswa dalam mengurangi kemiskinan.
  5. Bagaimana peran mahasiswa dalam mengatasi pemanasan global.

Kelompok umur produktif ini yang sebaiknya dicarikan solusinya bersama antara pemerintah dan pihak kampus, agar pengembangan mahasiswa tidak berjalan sendiri-sendiri, dan agar mahasiswa juga memiliki sebuah nilai tambah yang jelas manfaatnya bagi masyarakat sekitar kampus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA Image

*

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.